You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Pesedahan
Desa Pesedahan

Kec. Manggis, Kab. Karangasem, Provinsi Bali

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DESA PESEDAHAN, KECAMATAN MANGGIS, KABUPATEN KARANGASEM

Pelaksanaan Persembahyangan Rahina Tumpek Wariga di Kantor Perbekel Desa Pesedahan

I Nyoman Budi Tresna 23 Mei 2026 Dibaca 8 Kali
Pelaksanaan Persembahyangan Rahina Tumpek Wariga di Kantor Perbekel Desa Pesedahan

OM SWASTYASTU

Pelaksanaan Persembahyangan Rahina Tumpek Wariga di Kantor Perbekel Desa Pesedahan

Pemerintah Desa Pesedahan melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka memperingati Rahina Tumpek Wariga dengan penuh rasa bhakti dan kekhidmatan. Kegiatan ini menjadi wujud syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas anugerah alam yang memberikan kehidupan bagi seluruh umat. Seluruh rangkaian persembahyangan berlangsung dengan tertib dan lancar. Suasana penuh kebersamaan dan spiritualitas terasa sepanjang pelaksanaan kegiatan.

Rahina Tumpek Wariga, yang juga dikenal sebagai Tumpek Uduh, Tumpek Bubuh, atau Tumpek Pengatag, merupakan hari suci umat Hindu di Bali yang dipersembahkan untuk memuliakan tumbuh-tumbuhan. Hari raya ini diperingati setiap 210 hari sekali dan jatuh tepat 25 hari sebelum Hari Raya Galungan. Makna yang terkandung di dalamnya mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dengan alam. Nilai tersebut menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat Bali.

Persembahyangan dilaksanakan sebagai ungkapan rasa terima kasih atas hasil alam yang telah memberikan manfaat bagi kehidupan. Tumbuh-tumbuhan dipandang sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga dan dilestarikan bersama. Melalui persembahyangan ini, umat memohon agar alam senantiasa memberikan kesuburan, kesejahteraan, dan keberkahan. Rasa syukur diwujudkan melalui doa yang tulus dan penuh keikhlasan.

Seluruh perangkat Pemerintah Desa Pesedahan mengikuti persembahyangan dengan penuh rasa hormat dan kebersamaan. Kehadiran aparatur desa menjadi bentuk komitmen dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai adat, budaya, dan ajaran agama Hindu. Kebersamaan yang terjalin memperkuat rasa persaudaraan di lingkungan pemerintahan desa. Nilai spiritual menjadi landasan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Tumpek Wariga juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup. Masyarakat diajak untuk menjaga pohon, tanaman, dan seluruh kekayaan alam sebagai bagian dari warisan yang harus dilindungi. Kesadaran tersebut menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang hijau dan berkelanjutan. Kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.

Melalui peringatan hari suci ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan filosofi kehidupan masyarakat Bali yang menjunjung tinggi keseimbangan dan keharmonisan. Pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga bagian dari pelaksanaan nilai-nilai keagamaan. Semangat ini harus terus diwariskan kepada generasi penerus.

Pemerintah Desa Pesedahan berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pelestarian adat dan budaya lokal. Tradisi yang diwariskan oleh para leluhur memiliki nilai luhur yang perlu dijaga dan dilestarikan bersama. Melalui kegiatan seperti ini, semangat kebersamaan serta rasa cinta terhadap budaya akan semakin kuat. Nilai religius dan budaya menjadi identitas yang harus terus dipertahankan.

Demikian laporan kegiatan Persembahyangan Rahina Tumpek Wariga ini disusun sebagai bentuk dokumentasi pelaksanaan kegiatan Pemerintah Desa Pesedahan. Terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini dengan penuh rasa bhakti. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan kerahayuan, kesejahteraan, dan kesuburan bagi alam serta seluruh masyarakat Desa Pesedahan. Mari bersama menjaga kelestarian alam sebagai wujud syukur atas anugerah yang telah diberikan.

OM SANTI SANT SANTI OM

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp1,036,644,104 Rp1,530,500,336
67.73%
Belanja
Rp980,532,476 Rp1,950,717,017
50.27%
Pembiayaan
Rp430,216,681 Rp430,216,681
100%

APBDes 2026 Pendapatan

Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp10,290,479 Rp6,500,000
158.32%
Dana Desa
Rp264,446,000 Rp264,446,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp232,629,322 Rp450,772,943
51.61%
Alokasi Dana Desa
Rp499,421,624 Rp752,981,393
66.33%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp26,400,000 Rp52,800,000
50%
Bunga Bank
Rp3,456,679 Rp3,000,000
115.22%

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp605,589,111 Rp1,055,625,154
57.37%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp283,933,790 Rp598,949,717
47.41%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp30,092,775 Rp161,622,619
18.62%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp36,916,800 Rp87,916,000
41.99%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp24,000,000 Rp46,603,527
51.5%