You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Pesedahan
Desa Pesedahan

Kec. Manggis, Kab. Karangasem, Provinsi Bali

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DESA PESEDAHAN, KECAMATAN MANGGIS, KABUPATEN KARANGASEM

Partisipasi Desa Pesedahan dalam Pembahasan Prioritas Musrenbang RKPD Karangasem

I Nyoman Budi Tresna 13 Februari 2026 Dibaca 11 Kali
Partisipasi Desa Pesedahan dalam Pembahasan Prioritas Musrenbang RKPD Karangasem

OM SWASTYASTU

    Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas undangan pembahasan skala prioritas Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah di wilayah Kabupaten Karangasem. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan usulan pembangunan desa dengan arah kebijakan daerah. Kehadiran unsur pemerintah desa menunjukkan komitmen kuat dalam proses perencanaan yang terukur. Kegiatan berlangsung tertib dan fokus pada substansi pembahasan prioritas.

    Pertemuan dilaksanakan di Aula Kertha Winangun yang berada di lingkungan Kantor Camat Manggis. Lokasi kegiatan mendukung jalannya diskusi karena fasilitas yang tersedia cukup memadai bagi seluruh peserta yang hadir. Peserta mengikuti agenda dengan disiplin sejak awal pembukaan hingga kegiatan resmi dinyatakan selesai oleh panitia. Rapat berlangsung efisien, terarah, dan seluruh pembahasan langsung mengacu pada pokok agenda yang telah ditetapkan.

    Peserta yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari Perbekel, Kasi Pelum, dan Kaur Perencanaan sebagai unsur utama.
Masing-masing perangkat desa membawa data pendukung serta bahan usulan sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawabnya. Koordinasi antarperangkat berjalan solid tanpa terjadi tumpang tindih pembahasan selama forum berlangsung.
Kondisi ini memperkuat kualitas proses perencanaan sehingga hasil diskusi menjadi lebih komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Pembahasan dalam forum difokuskan pada penentuan skala prioritas usulan pembangunan desa untuk tahun perencanaan berikutnya. Setiap usulan yang masuk ditelaah secara cermat berdasarkan tingkat urgensi, manfaat, serta kesiapan pelaksanaan di lapangan. Pendekatan yang digunakan bersifat objektif dan mengacu pada kebutuhan riil masyarakat di wilayah desa. Melalui proses ini, hasil pembahasan menjadi lebih tajam, terarah, dan memiliki dasar pertimbangan yang jelas.

    Dalam forum tersebut, perwakilan desa secara aktif menyampaikan pandangan, masukan, serta klarifikasi terhadap usulan yang diajukan. Diskusi berlangsung dinamis namun tetap terkendali karena dipandu secara sistematis oleh pihak penyelenggara kegiatan. Beberapa usulan memperoleh penajaman dan penyesuaian agar selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Langkah ini penting untuk memastikan setiap program yang diusulkan benar-benar relevan dan memiliki peluang realisasi.

    Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi kerja antara pemerintah desa dengan pihak kecamatan dalam proses perencanaan pembangunan. Komunikasi dua arah yang terbangun selama forum membantu meminimalkan potensi miskomunikasi di tahap pelaksanaan nanti. Seluruh peserta menunjukkan sikap terbuka terhadap masukan, koreksi, maupun penyesuaian terhadap usulan yang dibahas. Koordinasi yang solid seperti ini menjadi fondasi penting agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif ke depan.

    Secara umum, pelaksanaan kegiatan pembahasan skala prioritas Musrenbang ini berjalan lancar tanpa kendala berarti di lapangan. Administrasi kegiatan mulai dari daftar hadir, materi pembahasan, hingga notulensi telah terdokumentasi dengan baik. Dokumentasi tersebut akan menjadi referensi penting dalam penyusunan rencana kerja pemerintah desa pada tahap selanjutnya. Pengelolaan kegiatan yang tertib ini menunjukkan kesiapan perangkat desa dalam mengikuti mekanisme perencanaan resmi.

    Dengan terlaksananya kegiatan ini, pemerintah desa kini memiliki arah prioritas pembangunan yang lebih jelas dan terstruktur. Hasil pembahasan akan digunakan sebagai acuan utama dalam penyusunan rencana kerja dan penganggaran berikutnya. Komitmen seluruh pihak yang terlibat diharapkan tetap konsisten hingga memasuki tahap implementasi program di lapangan. Tujuan akhirnya tegas, yaitu menghadirkan program pembangunan yang tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

OM SANTI SANTI SANTI OM

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp336,394,846 Rp1,530,500,336
21.98%
Belanja
Rp234,974,745 Rp1,950,717,017
12.05%
Pembiayaan
Rp425,216,681 Rp420,216,681
101.19%

APBDes 2026 Pendapatan

Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp10,290,479 Rp6,500,000
158.32%
Dana Desa
Rp105,778,400 Rp264,446,000
40%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp32,266,257 Rp450,772,943
7.16%
Alokasi Dana Desa
Rp187,283,109 Rp752,981,393
24.87%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp0 Rp52,800,000
0%
Bunga Bank
Rp776,601 Rp3,000,000
25.89%

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp206,031,874 Rp1,055,625,154
19.52%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp19,545,086 Rp598,949,717
3.26%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp9,397,785 Rp161,622,619
5.81%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp0 Rp87,916,000
0%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp0 Rp46,603,527
0%